Monday, November 12, 2007

Puisi tak bernama

lidah ini menyebut telinga ini mendengar bibir ini mencium
namun hatiku tak jua merasakan semuanya
ingin rasanya memeluk hati-hati yang lembut
penuh perasaan dan sensitif terhadap keadaan
puisikah?
syairkah?
aku tak tahu tentang itu
berlagak pintar
tahu ini dan itu
pintar berbicara, mengoceh dan tertawa lebar
berjalan tegap, hati mencongkak
seolah semua sudah di tangan
seolah semua telah kukuasai
Maha Baik-lah Tuhanku..
ciptakan Setan dan Malaikat
aku berada di keduanya
bagai tali, menderita ditarik dengan kekuatan
mengapa sulit sekali hati dan badanku ini menyatu?
haruskah hidupku seperti ini?
sampai kapan?
putus asa.
aku tak sanggup menghadapinya
hidup ini terlalu berat terkadang
Maha Baik-lah Tuhanku itu
masih ada cinta yang kurasakan
cinta yang menyakitkan
cinta yang menyembuhkan
cinta yang menyebabkan
cinta yang mengakibatkan
cinta yang datang
cinta yang pergi
terkadang gombal memang
aku tak percaya terkadang
tapi memang cinta yang selalu kita rindukan
benar atau salah, itu kataku
puisi ini berakar dari akalku yang sombong
akalku yang penuh bisikan nafsu
tak henti buat ku terluka pada akhirnya
wahai hati-hati yang lembut
peluklah aku dengan segala kasih sayangmu
jemput aku dari segala dosa yang menggelutiku
dari segala bisikan mereka yang Dia kutuk selalu.

1 comment:

afrah keren banget gila said...

iyeeee pinky.gak kwat gw ma bahasanya.hahahahha
parah ah ping
ada anjing2nya
hwahwahwa xP